Tuesday, April 23, 2013

MEMAHAMI TANDA-TANDA ALLAH LEWAT JUZ

MEMAHAMI TANDA-TANDA ALLAH LEWAT JUZ

Banyak sekali ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan manusia untuk senantiasa mengamati tanda-tanda yang ada pada diri sendiri dan tanda yang ditunjukan oleh alam.

Simak QS. AI Fushilat (41) : 53

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an iru adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”

Al-Qur’an mampu menjelaskan segala sesuatu, marilah simak QS.An Nahl (16) : 89.

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dan mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (AI-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri “.

Jadi Al-Qur’an juga harus mampu menjelaskan llmu Psikologi, ilmu ini salah satunya berdasarkan susunan pembagian Juz itu sendiri.

Dalam Al-Qur’an pun Allah memberikan kemudahan manusia untuk mempelajari Al-Qur’an. Simak QS Al Qomar (54) : 17, 22, 32, dan 40.

“Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ? “

Bagaimanakah meng-artikan surat  dan ayat ?

Contoh : Anda kesulitan dalam membaca ayat ke 14 dari surah An-Nahl. Untuk mengartikan gunakan arti angka dan interprestasikan nama surah atau membaca terjemah. Karena ‘Ain ke 14 artinya Rencana, dan surah An-Nahl artinya Lebah. Lebah adalah binatang yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. An Nahl adalah surah ke 16, sedangkan ‘Ain ke 16 adalah memiliki arti Dasar.

Dari contoh diatas, bisa diartikan bahwa orang tersebut sensitif dalam menanggapi sebuah rencana. Atau rencana yang sedang ia susun perlu landasan (dasar) yang jelas, agar tidak terjadi masalah dalam pelaksanaannya.

Itulah isyarat yang diberikan Allah SWT melalui Al-Qur’an.

MENGENAL KARAKTER PETUNJUK ILAHI

AYAT mewakili                  : “Hukum & Peraturan”.

SURAH mewakili               : “Alam”

JUZ mewakili                      : “Manusia”

Metodenya bisa melalui arti surah, kata awal juz bercetak tebal, atau melalui tanda ‘Ain.

Landasan Filosofi Konsep Juz

    Alam semesta diciptakan Allah secara teliti, cermat dan penuh perhitungan (QS. Anissa [4] : (86). Tidak ada sesuatu apapun di alam semesta kecuali dalam timbangan dan hitungan yang sangat teliti dan seimbang (QS. AI-Mulk [67] : 3).
    Tidak terkecuali alam semesta, Al-Qur’an pun disusun dengan timbangan dan hitungan yang teliti, seimbang dan menakjubkan.
    Al-Qur’an selain berfungsi sebagai petunjuk menuju keselamatan juga sebagai peta dan panduan untuk mengenal alam semesta dan manusia.
    Kesempurnaan Al-Qur’an bukan hanya sekedar petunjuk ke jalan yang lurus, namun juga mengandung isyarat pesan psikologis manusia, dengan merujuk kepada parameter yang didapat dari Al-Qur’an dapat diketahui berbagai potensi serta karakter dasar manusia .
    Ada indikasi surat-surat yang mempengaruhi potensi dan karakter manusia berfungsi sebagai master dasar (cetakan) potensi dan karakter dasar manusia. Dengan demikian, surat tersebut menjadi media yang ter-akurat untuk mengetahui dan mengenal manusia lebih jauh tentang berbagai hal dirinya.
    Al-Qur’an addah mukijizat abadi yang telah terbukti dan dapat dibuktikan kemukjizatannya terlebih secara Qur’ani. Al-Qur’an memiliki potensi supranatural dan daya penyembuh baik lahir maupun bathin.
    Dengan mengamalkan surat-surat yang mendukung JUZ, berarti mengoptimalkan potensi diri, memperbaiki sistem kerja atau metabolisme tubuh dari kerusakan/kecelakaan. Serta menjadi penyalur energi Ruh atau Al-Qur’an yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan yang positif.
    Memberdayakan potensi Juz adalah ihktiar untuk hidup lebih baik dan bermakna serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.



 KUNCI MEMAHAMI PSIKOLOGI AL-QUR’AN.

Bagaimanakah memahami Juz dikaitkan dengan karakter diri ? Marilah kita mulai dari tanda ‘Ain (ﻉ), yang umunya digunakan tanda berhenti membaca dalam Al-Qur’an.

Tanda ‘Ain (ﻉ) dalam Al-Qur’an memberikan informasi penting mengenai karakter, baik kelemahan maupun kelebihan masing-masing Juz ( fisiq, psikis dll ).

‘Ain juqa merupakan simbol anatomi manusia. Pemakaian huruf ‘Ain (ﻉ) ini dapat Digunakan sebagai As Shifa (obat) sesuai penyakitnya.

QS.11 Yunuus : 57 yang artinya :

” Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman”.

Sebagai contoh jumlah ‘Ain (ﻉ) terbanyak dimiliki Juz 30 sebanyak 39 ‘Ain (ﻉ). Dikorelasikan ke Surah ke 39 adalah Az Zumar (rombongan) dengan total ayat 75. Jika kita jumlahkan nomor surah dan jumlah ayat, hasilnya adalah : 39 + 75 = 114. Makna 114 adalah jumlah surah dalam Al-Qur’an, makna lain merujuk ke surah An-Naas (manusia). Jelaslah ‘Ain (ﻉ) merupakan bagian dari manusia.

Semua komponen saling berhubungan satu dengan yang lain sesuai dengan ukurannya dan perhitungan dari Allah, seperti firman Allah dalam :

 QS. Al Qomar (54) : 49 yang artinya :

”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”.

QS. An Nisaa (4) : 166 yang artinya :

“(mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). cukuplah Allah yang mengakuinya”.

QS. Al Jiin (72) : 28 yang artinya :

“……. sedangkan ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.



CONTOH CARA MENJABARKAN KARAKTER DIRI DALAM JUZ AL-QURAN

Contoh : Karakter Juz 1

Karakter Juz Berdasarkan Posisi Huruf

Angka 1 berhuruf ” ﺍ ” (alif). Ciri utama huruf tersebut, bila didepan tidak mau “menggandeng” huruf belakangnya, tidak dapat menempati posisi tengah, bila dibelakang maunya digandeng (kecuali sebagai pemanjang). Maksudnya hanya dapat menempati awal & akhir rangkaian huruf.

Karakter  seseorang Juz 1, apabila berada didepan, misalnya menjadi seorang pemimpin. Ia cenderung bersikap egois & otoriter. la sangat mandiri dan berkesan tak membutuhkan orang lain. Segala keinginannya harus terpenuhi. Bila berada dibelakang, ia sama sekali tidak memiliki pilihan, ia dapat dengan mudah menurut dan ikut pada siapapun.

Berdasarkan Halaman 2 dan 3.

Juz 1 memilki keunikan tersendiri. Hal ini nampak pada ornamen halaman 2 dan 3 yang dibedakan dengan halaman lain Al-Qur’an.  Artinya, seseorang Juz 1 juga cenderung menuntut keistimewaan tertentu, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan atau masyarakat.

Berdasarkan Jumlah Halaman Juz

Juz 1, hanya ada 14 halaman, sementara Juz lain 16 halaman dan Juz 30 yaitu 21 halaman.

Maknanya ia merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya, bahkan selalu mudah puas. Hal ini membuat ia kehilangan ”sesuatu” dalam dirinya.

Berdasarkan Surah

Juz 1  memiliki surat Al Baqarah (Sapi Betina). Hal ini kontradiksi dengan sifat egois & otoriternya. Ia sangat mandiri dan berkesan tak membutuhkan orang lain.

Jika sifat Al Baqarah dominan, seseorang yang ber Juz 1 ini memiliki rasa ketergantungan pada orang lain. Bahkan terkadang terkesan pasrah jika orang lain “memerah” jerih payahnya. Juga membuat jadi “pelayan”’ yang baik, memberikan susu bagi anak-anaknya sekaligus pemelihara, juga merupakan pekerja keras.

Berdasarkan Simbol ‘Ain

Apabila kita amati tanda ‘ain pada pinggir halaman pertama Juz 1, terdapat angka-angka sebagai berikut:

Angka 1 (atas)                   : artinya ….. pelaksana/hasil (‘Ain surah)

Angka 7 (tengah)             : artinya ….. input-output (Jumlah ayat dalam 1 ‘Ain)

Angka 1 (bawah)              : artinya ….. otak/kepala (‘Ain Juz)

    ‘Ain 1 berarti kepala/otak. Hal ini mempunyai makna, dengan kekuatan “otak”, seseorang dapat menemukan sesuatu bentuk “kreativitas”, bila mendapat masukan dari pihak lain. Ia dapat mendobrak kebuntuan dan memiliki banyak akal dan ide brilian.
    Makna dari ke 3 (tiga) angka tersebut pada Juz 1 adalah, dapat berfikir optimal jika mendapat masukan (input-output). Namun dalam pelaksanaannya, ide atau masukan itu hanya lewat begitu saja. Ia cenderung menggunakan idenya sendiri.

Secara fisik kelemahan Juz 1 adalah Kepala, Perut, dan Bahu Kanan. Pada prinsipnya ia dapat memasuki bidang apapun asalkan ia mendapat “pelayanan” secara proporsional sejak kecil. Pekerjaan yang cocok adalah Konseptor, Ketentaraan, dan Analis.

Monday, June 11, 2012

PARADIGMA NUMERIK STRUKTUR DALAM AL - QUR'AN

Numerik Al Qur’an pertama sekali digagas oleh Lukman AQ Soemabrata (1933-1996). Dan dalam tempo yang relatif tak lama, langsung saja pendekatan yang ditawarkannya disambut dengan antusias yang cukup tinggi. Mungkin karena ia memang berhasil menghadirkan sisi-sisi lain dari Al Qur’an yang sama sekali kurang tampak selama ini.

“Perhatikan apa yang dikatakan Al Qur’an”, demikian seruan yang pernah disampaikan oleh Ali kw. Ternyata memang benar, banyak sekali hal yang dituturkan Al Qur’an. Hanya karena kekurangpedulian dan keterbatasan, manusia menjadi kurang dapat mendengar apa-apa yang dikatakan oleh Al Qur’an. Namun bila kian digali, kian nyata firman Allah:

“Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (Qs: 18, 109)

Mungkin karena sudah jenuh dengan segala pendekatan yang ada selama ini, terasa penggalian kedalaman makna ayat-ayat terasa hanya sampai di situ-situ saja. Tak tampak adanya penyegaran yang cukup berarti. Dan tanpa mengecilkan arti pendekatan verbal, pendekatan numerik terasa seakan membawa hawa baru yang ditunggu-tunggu.

Namun sebagai sesuatu yang baru, pendekatan numerik mudah mendapat penilaian negatif, dicurigai. Namun sejalan dengan bergulirnya waktu, pendekatan numerik tampak semakin mendapat tempat di hati pecinta Al Qur’an. Memang sudah menjadi karakter dasar Al-Qur’an, ia akan selalu benar tanpa menunggu pengukuhan dari manusia. Dan pada saatnya, bila ayat-ayat dimaknai dengan cara-cara yang tak bertanggungjawab, maka semua usaha tersebut akan menjadi sia-sia, dan segera saja ditinggalkan orang. Ayat-ayat hanya akan mendapat pengukuhan dan penolakan, juga, oleh ayat. Manusia hanya bisa mengambil pelajaran dan manfaat darinya.

Dan manusia yang berupaya mengerti makna numerik Al Qur’an mungkin saja terpeleset. Namun bila ada kesungguhan, ia segera akan dapat mengoreksinya. Al Qur’an adalah imam, yang dengan segala kelebihannya, akan membimbing manusia yang dengan sungguh-sungguh mempelajarinya. Tidak ada yang perlu sangat dicemaskan mengenai hal ini.

Maka dengan segala kerendahan hati, penulis menerima koreksi bila terjadi pemaknaan yang dinilai telah melampui batas. Semua terjadi karena keterbatasan penulis yang masih belajar.

Di sisi lain, Lukman AQ Soemabrata, atau kami singkat menjadi LAQS, telah menunjukkan bahwa penemuannya mampu menghadirkan banyak hal. Tanpa deskripsi panjang lebar,menjadi teori baru, ia menyusun metode yang dengannya murid-muridnya bisa belajar dan mengaplikasikan sistem pola baca yang disusunnya.

Numerik Al Qur’an LAQS paling tidak telah mengajukan dua hal, yaitu medis dan psikologi Qur’ani. Dua hal yang dikenal dalam dua disiplin ilmu umum: kedokteran dan psikologi, dalam lingkup akademis. Dalam pendekatan numerik Al Qur’an, dua hal tersebut bersatu secara metodologis. Pada penerapan terapi penyembuhan (medis), seseorang akan dibacakan ayat-ayat disesuaikan dengan tipe masing-masing (psikologi).

Dalam kesempatan ini, dua hal tersebut tidak disampaikan, penulis hanya mengajukan sebuah paparan sederhana bagi pemula yang ingin berkenalan dengan numerik Al Qur’an. Sebagian bahan diambil dari uraian yang pernah disampaikan oleh Lukman sendiri. Namun sebagian lagi oleh murid-muridnya, salah satunya adalah dari Iskandar Soemabrata, adik dan muridnya.

Sunday, June 3, 2012

Format dan Stuktur Al-Qur’an (FSQ) dengan 18 Baris

Format dan Stuktur Al-Qur’an (FSQ) dengan 18 Baris

  
AlQuran format 18 baris Adalah format Al-Quran Standar Majelis Pengajian DAQA SEROJA  Bertolak dari keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang memiliki sifat terang yang menerangi dan menerangkan, maka proses penggalian pesan keilmuan yang terkandung dalam.Al-Qur’an, sebenamya terpulang kepada diri kita masing-masing sejauh mana kita mau membuka hati dan fikiran terhadap terangnya cahaya Illahi (Alquran).
 Model pendekatan struktur Al-Qur’an ini berdasarkan atas pengamatan terhadap fenomena susunan Al-Qur’an dengan sistematika yang sudah kita kenal dengan tipe fomat cetak mushaf. Hasil pengamatan ini kemudian disusun berdasarkan isyarat-isyarat Al-Qur’ an yang relevan untuk dikenali hubungan strukturnya serta dianalisis maksud pesannya secara kontekstual. Disadari atau tidak, Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang berisi susunan huruf, lambang sekaligus simbol. Dengan kata lain, Al-Qur’an tidak hanya semata bahasa bunyi atau verbal. Karena memuat lambang dan simbol tentunya harus ada metode atau alat untuk memahami simbol tersebut. Seringkali kita mengingatkan bahwa format penyusunan mushaf AlQur’an mempunyai peranan penting dalam metode struktur Al-Qur’an. Sederhananya seperti cara komputer, bukankah selalu ada perintah untuk memformat terlebih dahulu disket yang baru akan dipergunakan ?. 
 Bentuk susunan Al-Qur’an sangat unik dan mengesankan. Sistem AIQur’an menunjukkan adanya sebuah titik yang seolah berada diluar sistem, namun mengontrol sistem. Indikator tentang adanya titik kontrol bisa kita lihat pada kekhasan penempatan “satu ayat tertinggal” diakhir juz 13.Ayat tersebut adalah QS.15 AI-Hijr ayat 1. Maka perlu ditemukan terlebih dahulu Al-Qur’an yang dimaksud, dengan ciri-ciri sebagai berikut : 
 1.Pada Al-Quran format 18 Baris Halaman 2 dan 3 tercetak secara khas berbeda dengan halaman halaman-halaman lainya,memiliki ornamen/hiasan 
 2.Pada Al-Quran format 18 Baris Jumlah seluruh halaman penulisan ayat adalah 484 halaman, dimulai nomor halaman 2 sampai 485. Halaman I adalah halaman Qur’an. 
 3.Pada Al-Quran format 18 Baris Setiap halamanya terdiri dari 18 baris, kecuali halaman 2,3 dan 485. Halaman 2 dan 3 terdiri dari masing-masing 6 baris, sedangkan halaman 485 terdiri dari 15 baris ditambah ‘ruang kosong” setara dengan 3 baris. 
 4.Al-Quran format 18 Baris Setiap ayatnya ditulis selesai pada satu halaman, kecuali ayat 4 dari surat 111 Al-Lahab. Ayat tersebut ditulis berawal dari halaman 484 dan berakhir pada halaman 485 (satu ayat terpurus pindah ke halaman lain).
 5.Al-Quran format 18 Baris Setiap Juznya terdiri dari 16 halaman, kecuali Juz I dan Juz 3o terdiri atas 15 halaman dan 21 halaman.pada halaman 485 (satu ayat terpurus pindah ke halaman lain). 
 6.Al-Quran format 18 Baris Awal Juznya ditandai dengan huru-huruf yang dicetak tebal.
 7.Dalam Al-Quran format 18 Baris Enam buah surat pada iuz 30 ditempatkan secara khas dalam posisi baris yang sejajar dan berada pada halaman 482 Dan 483. 
 8.Pada Al-Quran format 18 Baris Muqadimah surah menempati 2 baris, kecuali 3 buah surat yang muqadimahnya menempati 1 baris. Ketiga surat tersebut adalah : - QS. At Taubah (9). - QS. Al Hiir (15 ). - QS. An Naml ( 27 ). 
 9.Pada Al-Quran format 18 Baris Tanda ruku’ berupa huruf ع (‘Ain) Sedangkan huruf 'Ain itu sendiri adlah abjad urutan ke 18. 
   10.Ayat yang pertamakali turun adalah Ayat yang pertama dari surat Al-Alaq, apabila dihitung hurufnya        ternyata ada 18 huruf.yaitu: alif,qof,ro,alif,hamzah,ba,sin.mim,ro,ba,kaf,alif,lam,dal.ya,kho,lam,qof. 
  dan masih banyak ciri-ciri yng lain.
   Ciri-ciri tersebut diatas menjadi tanda bantu yang sangat berguna dalam proses belajar untuk memahami, mendalami dan menggali pesan keilmuan yang terkandung didalam Al-Qur’an,dalam hal ini tentunya Pada Al-Quran format 18 Baris,bukan berarti yang selain dari Al-Quran format 18 Baris itu salah, tidak demikian.
   Hormat kami yang setinggi-tingginya serta ucapan terimakasih yang sebanyak-banyak kepada alm.Bapak Luqman AQ Soemabrata atas dedikasinya dalam menemukan kajian Format dan Struktur Al-Qur’an.Serta kepada murid-murid Beliau yang sampai sekarang ini masih semangat untuk menyebarkan kajian ini,,terutama sekali kepada Bapak Bambang Siswanto Yang selama ini menjadi Pembimbing (teman belajar) kami Di majelis ta'lim Daqa Seroja.


 Ciri-Ciri Al Qur’an Format 18 Baris
Dalam halaman Al-Qur'an terdapat 18 Baris 

Ayat : 6236 
Surat : 114
Juz :30
Manzil : 7
Jumlah’Ain/Ruku’ : 558
Halaman per-Juz : 16, kecuali Juz 1 & Juz 30 
Jumlah seluruh halaman : 484 (dari 2 s /d 485) 
Halaman 482 & 483 tergambar sangat simetris
Juga Surat yang hanya berada pada 1 baris, yaitu surat : At- Taubah, Al-Hijr, dan An Naml



Setiap akhir halaman habis dalam satu ayat, kecuali halaman 484 Yaitu: surat AL-Lahab


Awal Juz selalu tercetak huruf tebal 

Demikian sebuah pengantar dari kami, mudah-mudahan bermanfaat dan semoga menambah kecintaan kita pada AI-Qur’an untuk dibaca, dipahami, diamalkan, dan semoga bermanfaat......AMIN....

 
Template designed by Liza Burhan