Sunday, June 3, 2012

Format dan Stuktur Al-Qur’an (FSQ) dengan 18 Baris

Format dan Stuktur Al-Qur’an (FSQ) dengan 18 Baris

  
AlQuran format 18 baris Adalah format Al-Quran Standar Majelis Pengajian DAQA SEROJA  Bertolak dari keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang memiliki sifat terang yang menerangi dan menerangkan, maka proses penggalian pesan keilmuan yang terkandung dalam.Al-Qur’an, sebenamya terpulang kepada diri kita masing-masing sejauh mana kita mau membuka hati dan fikiran terhadap terangnya cahaya Illahi (Alquran).
 Model pendekatan struktur Al-Qur’an ini berdasarkan atas pengamatan terhadap fenomena susunan Al-Qur’an dengan sistematika yang sudah kita kenal dengan tipe fomat cetak mushaf. Hasil pengamatan ini kemudian disusun berdasarkan isyarat-isyarat Al-Qur’ an yang relevan untuk dikenali hubungan strukturnya serta dianalisis maksud pesannya secara kontekstual. Disadari atau tidak, Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang berisi susunan huruf, lambang sekaligus simbol. Dengan kata lain, Al-Qur’an tidak hanya semata bahasa bunyi atau verbal. Karena memuat lambang dan simbol tentunya harus ada metode atau alat untuk memahami simbol tersebut. Seringkali kita mengingatkan bahwa format penyusunan mushaf AlQur’an mempunyai peranan penting dalam metode struktur Al-Qur’an. Sederhananya seperti cara komputer, bukankah selalu ada perintah untuk memformat terlebih dahulu disket yang baru akan dipergunakan ?. 
 Bentuk susunan Al-Qur’an sangat unik dan mengesankan. Sistem AIQur’an menunjukkan adanya sebuah titik yang seolah berada diluar sistem, namun mengontrol sistem. Indikator tentang adanya titik kontrol bisa kita lihat pada kekhasan penempatan “satu ayat tertinggal” diakhir juz 13.Ayat tersebut adalah QS.15 AI-Hijr ayat 1. Maka perlu ditemukan terlebih dahulu Al-Qur’an yang dimaksud, dengan ciri-ciri sebagai berikut : 
 1.Pada Al-Quran format 18 Baris Halaman 2 dan 3 tercetak secara khas berbeda dengan halaman halaman-halaman lainya,memiliki ornamen/hiasan 
 2.Pada Al-Quran format 18 Baris Jumlah seluruh halaman penulisan ayat adalah 484 halaman, dimulai nomor halaman 2 sampai 485. Halaman I adalah halaman Qur’an. 
 3.Pada Al-Quran format 18 Baris Setiap halamanya terdiri dari 18 baris, kecuali halaman 2,3 dan 485. Halaman 2 dan 3 terdiri dari masing-masing 6 baris, sedangkan halaman 485 terdiri dari 15 baris ditambah ‘ruang kosong” setara dengan 3 baris. 
 4.Al-Quran format 18 Baris Setiap ayatnya ditulis selesai pada satu halaman, kecuali ayat 4 dari surat 111 Al-Lahab. Ayat tersebut ditulis berawal dari halaman 484 dan berakhir pada halaman 485 (satu ayat terpurus pindah ke halaman lain).
 5.Al-Quran format 18 Baris Setiap Juznya terdiri dari 16 halaman, kecuali Juz I dan Juz 3o terdiri atas 15 halaman dan 21 halaman.pada halaman 485 (satu ayat terpurus pindah ke halaman lain). 
 6.Al-Quran format 18 Baris Awal Juznya ditandai dengan huru-huruf yang dicetak tebal.
 7.Dalam Al-Quran format 18 Baris Enam buah surat pada iuz 30 ditempatkan secara khas dalam posisi baris yang sejajar dan berada pada halaman 482 Dan 483. 
 8.Pada Al-Quran format 18 Baris Muqadimah surah menempati 2 baris, kecuali 3 buah surat yang muqadimahnya menempati 1 baris. Ketiga surat tersebut adalah : - QS. At Taubah (9). - QS. Al Hiir (15 ). - QS. An Naml ( 27 ). 
 9.Pada Al-Quran format 18 Baris Tanda ruku’ berupa huruf ع (‘Ain) Sedangkan huruf 'Ain itu sendiri adlah abjad urutan ke 18. 
   10.Ayat yang pertamakali turun adalah Ayat yang pertama dari surat Al-Alaq, apabila dihitung hurufnya        ternyata ada 18 huruf.yaitu: alif,qof,ro,alif,hamzah,ba,sin.mim,ro,ba,kaf,alif,lam,dal.ya,kho,lam,qof. 
  dan masih banyak ciri-ciri yng lain.
   Ciri-ciri tersebut diatas menjadi tanda bantu yang sangat berguna dalam proses belajar untuk memahami, mendalami dan menggali pesan keilmuan yang terkandung didalam Al-Qur’an,dalam hal ini tentunya Pada Al-Quran format 18 Baris,bukan berarti yang selain dari Al-Quran format 18 Baris itu salah, tidak demikian.
   Hormat kami yang setinggi-tingginya serta ucapan terimakasih yang sebanyak-banyak kepada alm.Bapak Luqman AQ Soemabrata atas dedikasinya dalam menemukan kajian Format dan Struktur Al-Qur’an.Serta kepada murid-murid Beliau yang sampai sekarang ini masih semangat untuk menyebarkan kajian ini,,terutama sekali kepada Bapak Bambang Siswanto Yang selama ini menjadi Pembimbing (teman belajar) kami Di majelis ta'lim Daqa Seroja.


 Ciri-Ciri Al Qur’an Format 18 Baris
Dalam halaman Al-Qur'an terdapat 18 Baris 

Ayat : 6236 
Surat : 114
Juz :30
Manzil : 7
Jumlah’Ain/Ruku’ : 558
Halaman per-Juz : 16, kecuali Juz 1 & Juz 30 
Jumlah seluruh halaman : 484 (dari 2 s /d 485) 
Halaman 482 & 483 tergambar sangat simetris
Juga Surat yang hanya berada pada 1 baris, yaitu surat : At- Taubah, Al-Hijr, dan An Naml



Setiap akhir halaman habis dalam satu ayat, kecuali halaman 484 Yaitu: surat AL-Lahab


Awal Juz selalu tercetak huruf tebal 

Demikian sebuah pengantar dari kami, mudah-mudahan bermanfaat dan semoga menambah kecintaan kita pada AI-Qur’an untuk dibaca, dipahami, diamalkan, dan semoga bermanfaat......AMIN....

1 comments:

Ahmad Saifudin said...

Sayangnya, penulis buku Pesan Numerik al-Qur'an mengalami kesalahan sejak awal, ia mengatakan bahwa mushaf al-Qur'an standar Indonesia ditulis menggunakan format 18 baris, padahal mushaf standar Indonesia, baik yang versi bahriah (ayat pojok) atau yang versi Usmani, menggunakan format 15 baris. ISKANDAR AG SOEMABRATA dalam penelitiannya tidak menggunakan mushaf standar Indonesia, melainkan mushaf yang ditashih oleh Lanjnah Pentashih sebelum lahirnya mushaf standar Indonesia. Perlu diketahui, mushaf standar Indonesia baru sah diresmikan pada tahun 1983 setelah mengalamai diskusi yang cukup panjang, sedangkan mushaf yang dipakai oleh ISKANDAR AG SOEMABRATA merupakan mushaf cetak sebelum munculnya mushaf standar Indonesia

Post a Comment

 
Template designed by Liza Burhan